Cerita menarik di Bumi Formosa/ Taiwan International Healtcare Training Center (TIHTC)

Surel Cetak PDF
Penilaian Pengguna: / 2
JelekBagus 

Taiwan, apa yang pertama kali muncul dibenak kalian, teman-teman? kalau saya;  Meteor Garden, F4, ASUS, HTC dan  Buble Tea. Memang wilayah yang sering disebut dengan bumi Formosa ini pertama kali dikenal masyarakat Indonesia melalui tayangan Meteor Garden dengan F4 nya yang sangat “booming”. Namun  Taiwan bukan hanya sekedar itu. Beberapa tahun belakangan ini Taiwan dikenal salah satu Negara maju yang memiliki perkembangan dibidang ilmu kedoteran dan kesehatan

Taiwan International Healthcare Training Center (TIHTC) merupakan program pelatihan dan pertukaran pelajar yang didirikan oleh Taipei Hospital Of The Department Of Health yang bertujuan sebagai wadah untuk menghimpun para delegasi dan pelajar dari seluruh Negara untuk dapat menjalin kerjasama dalam perkembangan ilmu pengetahuan dibidang kesehatan.

Ini merupakan suatu bentuk realisasi kerjasama antara STIKes Prima Nusantara dengan TIHTC yang telah disepakati tahun 2014 lalu. Selama 3 minggu kami yaitu saya Hidayatul Ullya (Ners keperawatan), Nella Sy Nurmansyah (DIV Bidan Pendidik), Dian Kurnia (DIII Kebidanan), Mila Afriyeni  (DIII Kebidanan) , Velanis Yuliafitri (DIII Kebidanan) beserta dosen pendamping ibuk Tuti oktaria, S.ST mengikuti pelatihan ini dalam rangka memperluas wawasan terkait perawatan dinegara maju.

Beberapa kegiatan yang diikuti antara lain diskusi/kelas tentang keperawatan dan kebidanan, kunjungan ke beberapa sektor ruangan di Taipei hospital, culture tour dan final presentation. Materi pelatihan untuk keperawatan memfokuskan pada materi Surgical Nursing dan Nursing Emergency Management (NEMS). Sedangkan kebidanan mempfokuskan pada  Maternity  Care dan Perinatal Care. Ruangan yang digunakan dalam pelatihan ini diantaranya ruang Emergency Room (ER), Intensive Care Unit (ICU) dan Klinik kebidanan bagi mahasiswi kebidanan. Ditiap masing masing sektor ruangan yang akan digunakan kami dibimbing oleh preceptor yang akan mendampingi kita selama diruangan dengan bahasa pengantar bahasa inggris. Untuk di ER preceptor kami mrs. Helen dan miss jian, 2 orang yang sangat humble dan sangat penyabar dalam menghadapi kami, kemudian diruang ICU miss Ariel orang yang super sibuk tetapi tidak pelit membagi ilmu nya kepada kami.

Banyak sekali pelajaran yang kami dapatkan selama tiga minggu kami magang ditaiwan, diantaranya bagaimana sistem pelayan rumah sakit, sistem kerja/shift mereka dan metode keperawatan dalam menangani pasien. Untuk sistem pelayanan rumah sakit, sama hal nya dengan kita diindonesia mereka juga menggunakan kartu asuransi kesehatan yang bernama National Health Insurance (NHI) yang diterbitkan oleh pemerintah disana. Dan menurut penuturan oleh perawat disana, NHI ini didaulat sebagai salah satu asuransi kesehatan terbaik didunia, sehingga berbagai Negara maju melakukan studi banding dinegara ini.

Ruangan Emergency Room atau IGD mereka diset dengan sistem triage dimana mereka mengidentifikasi pasien yang datang sesuai dengan prioritas masalah yang dihadapi, kebanyakan pasien yang datang merupakan pasien yang mengalami kasus kecelakaan lalu lintas dan kecelakaan kerja. Salah satu yang dapat kita contoh dari mereka jarang sekali kita melihat dari mereka yang hanya duduk duduk di nurse station, mereka tampak sibuk dengan kegiatannya masing-masing dalam rangka menyelamatkan pasien. Shift perawat ditaipei hospital dibagi menjadi 3 shift; pagi, siang dan malam. Masing-masing shift 8 jam sehari, kemudian peralatan yang digunakan lebih dari cukup, alat alat yang digunakan merupakan alat alat canggih yang jarang ditemukan diindonesia seperti hal nya tindakan RJP yang dilakukan oleh CPR Machine kemudian penggunaan elevator dan fax dalam mengiriman sample dan hasil labor sehingga semua tindakan dapat dilakukan lebih efektif dan efisien.

Lain pula hal nya dengan ICU, diruangan ini ada 23 tempat tidur pasien yang disediakan, masing-masing perawat memiliki tanggung jawab terhadap pasien mereka 2-3 pasien perhari. Mereka mngecek tanda-tanda vital, memandikan pasien, mengecek alat- alat pendukung pasien seperti ventilator, monitor EKG serta infus. Setiap tindakan theraphy yang dikerjakan oleh perawat kepada pasien dicatat dengan teliti dan cermat. Beberapa tahun terakhir ini Taipei hospital memang kekurangan tenaga perawat, anak-anak muda disana jarang yang mengambil bidang keperawatan karena menganggap pekerjaan yang sulit. Untuk itu mereka membuka penerimaan perawat international dari Negara lain. Bagi teman-teman yang berminat, harus bisa mengusai bahasa mandarin dan harus melalui ujian masuk dirumah sakit tersebut. Gaji yang ditawarkan bagi perawat disana cukup menggiurkan. Untuk perawat muda/pemula, mereka digaji 15-20 juta/bulan dan untuk perawat senior bisa mencapai 30 juta/bulan. Wow!!

 

Kemudian tiba minggu-mingu terakhir kami ditaiwan, kami menyempatkan diri untuk pergi kekampus National Taipei University Nursing Health Sciences (NTUNHS) , disitu kami diajak oleh mahasiswa Indonesia yang berkuliah disana; kak Citra dan bang Avri. Kak citra sudah 2 tahun kuliah S2 ditaiwan jurusan Nursing-Midwifery dan kali ini sedang menyusun thesis nya. Sedangkan bg avri baru 6 bulan berada ditaiwan mengambil program S2 keperawatan. Sambil diajak berkeliling dilingkungan kampus kami bercerita bagaimana pengalaman mereka selama berkuliah, bagaimana sistem kuliah disini. Beberapa tahun terakhir ini universitas ditaiwan membuka program international dengan bahasa pengantar bahasa inggris sehingga kemampuan bahasa mandarin tak perlu menjadi hambatan. Jadi teman-teman, Taiwan bisa menjadi salah satu pilihan untuk melanjutkan studi kejenjang yang lebih tinggi seperti kak citra dan bang avri. Apa lagi kampus kita tercinta Stikes Prima Nusantara Bukittinggi sudah memiliki MOU kerja sama dengan National Taipei University Nursing Health Sciences (NTUHS), sehingga kemungkinan untuk bakal diterima lebih besar. Terkait biaya kuliah dan hidup, jangan khawatir. Tak sedikit kampus yang menawarkan beasiswa penuh/ partial untuk mahasiswa Indonesia. Pendaftaran mereka membuka sekali dalam setahun yakni dimulai bulan Januari-31 Maret dan hasil akan diumumkan pada bulan Mei.

Tidak ketinggalan selain menimba ilmu disana, kami juga menghabiskan waktu untuk berkunjung ketempat-tempat wisata yang ada disana. Taipei jelas punya Taipei 101 menara tertinggi nomor 2 didunia. Selain itu Taipei juga punya banyak museum, mulai dari yang serius seperti national palace museum (yang koleksinya sangat banyak dan lengkap), Chiang Kai Shek Memorial Hall, sampai miniature musueum of Taiwan ( yang isinya miniature macam-macam, dibuat detail). Selain itu juga ada Taipei Zoo, Gondola, Night Market dan lain sebagainya. Untuk transfortasi ketempat tempat tersebut kami hanya membeli easy card, kartu prabayar MRT dan bus. Pemerintah disana memang menset tempat-temat wisata ditaipei disesuaikan dengan jalur-jalur yang dilewati MRT, sehingga akses-akses ketempat tersebut menjadi lebih mudah.

Itu lah sepenggal cerita yang dapat kami bagi kepada teman-teman. Semoga tulisan ini bisa menginspirasi teman-teman untuk mau dan berani mengambil peluang pergi keluar negeri, ingat pepatah arab yang mengatakan “Tuntutlah ilmu sampai kenegri cina so tunggu apalagi teman persiapkan dirimu mulai dari sekarang!!salam

 

BY : Ullya

 

Pelatihan Preceptor Mentor 2015

Surel Cetak PDF
Penilaian Pengguna: / 2
JelekBagus 

 
Halaman 8 dari 26